Diduga Lakukan Penganiayaan, Oknum DPRD Pamekasan Dipolisikan
Cari Berita

Advertisement

Diduga Lakukan Penganiayaan, Oknum DPRD Pamekasan Dipolisikan

Tuesday, April 9, 2019

Hettik bersama kuasa hukumnya saat berada di Mapolres pamekasan

Pamekasan.BERITAMA.id - Salah seorang anggota DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dilaporkan ke Polres setempat. Wakil rakyat  tersebut bernama Muhammad Hadari. Dia diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Hettik Selfie yang tak lain istri sirinya, Selasa, (9/4/2019).

Muslim selaku kuasa hukum dari pelapor Hettik menjelaskan, bahwa Hadari diduga telah melakukan perbuatan penganiayaan. Insiden penganiayaan terhadap perempuan asal Sumenep tersebut terjadi pada tanggal 20 Februari 2019 di sebuah kos yang berada Desa Buddegen Pademawu Pamekasan.

Didampingi kuasa hukum dari kantor hukum Acong Latif dan Partners Law Firm Muslim SH menjelaskan Hadari telah melakukan penganiayaan terhadap Hettik. Dia memukul korban di rumah kos Pamekasan.

Dalam surat tanda bukti pelaporan dengan nomor TBL/95/IV/2019/Jatim/RES PMK itu, perlakuan penganiayaan yang dilakukan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Pamekasan tersebut tidak hanya satu dua kali saja.

Namun, Hettik sering kali mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari kader Partai Nasdem itu.

“Nah, pemukulan yang dilakukan Hadari itu tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali,” tambahnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Hadari pernah melakukan somasi terhadap MH untuk meminta maaf. Namun hingga sekarang tidak ada itikad baik. Sehingga, pihaknya melaporkan kejadian itu ke polisi.

Sementara itu, korban penganiayaan Hettik menjelaskan, dirinya mendapat perlakuan penganiayaan oleh lelaki asal Desa Bulumbungan, dengan menggunakan sapu yang dipukul ke bagian tubuhnya.

Akibatnya, Hettik mengalami luka bagian kaki, paha dan lengannya. “Hadari menggunakan sapu dan dipukul ke bagian tubuh tangan kanan,” kata Hettik.

Lebih lanjut Hettik menceritakan, awal kenal dengan Hadari pertama kali bertemu di Pamekasan. Melalui pertemuan itu, Hadari mengaku pisah ranjang dan berjanji akan mencerai istrinya kemudian akan menikahinya. “saya diminta bersabar, lalu mau nikahi,” tambahnya.

Selain melakukan penganiayaan, Hadari disebut telah membuat akun palsu atas nama Hettik di Facebook dan Instagram. Dalam sosial media tersebut Hadari sering kali mengunggah status dan fotonya. “Foto sambil dan profilnya menggunakan foto saya mas,” tambahnya.

Namun sayang, Hadari tidak bisa dimintai keterangan. Dia berjanji bakal mendatangi Polres Pamekasan.

“Saya besok mau ke polres. Sekarang di perjalanan dan sampai ketemu di Polres besok,” singkatnya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pribadinya.(Ron)