Sedikitnya Ada 12 Kebocoran Pipa PDAM Akibat Pelebaran Jalan Oleh PT Amin Jaya Karya
Cari Berita

Advertisement

Sedikitnya Ada 12 Kebocoran Pipa PDAM Akibat Pelebaran Jalan Oleh PT Amin Jaya Karya

Sabtu, 07 September 2019

Foto : Doc BERITAMA

BERITAMA.ID, Sampang, Sedikitnya ada 12 titik kerusakan pipa transmisi milik perusahaan daerah air minum (PDAM) Trunojoyo Sampang akibat proyek pelebaran jalan provinsi di Kecamatan Kedungdung.  Hingga saat ini PDAM masih melakukan perbaikan.

Kabag Teknik PDAM Trunojoyo Sampang, Busri mengatakan, proyek pelebaran jalan di Kecematan Kedungdung mengakibatkan salaruan pipa transmisi yang tertanam di dalam tanah rusak dan bocor. Ada 12 titik kerusakan dengan rincian delapan pipa besar dan empat sambungan. PT Amin Jaya Karya Abadi selaku kontraktor pelaksana kurang berhati-hati saat melakukan pengerukan tanah.

"Pihak pelaksana kurang hati-hati saat melakukan pengerukan tanah. Hingga mengakibatkan pipa air bocor," katanya. Minggu (08/09/19).

Dia mengatakan,  pipa yang rusak itu pipa besar atau transmisi. Akibatnya, pendistribusian air PDAM ke pelanggan terganggu. Air yang seharusnya sampai ke pelanggan lebih banyak menggenang di pinggir jalan. Pihaknya sudah memperbaiki semua kerusakan yang ada, baik pipa besar maupun sambungan. Dengan begitu, pendistribusian air ke pelanggan berjalan normal.  "Perbaikan terus dilakukan. Secepatnya kami akan selesaikan," ucapnya.

Semua perbaikan pipa yang rusak akibat proyek ditanggung PDAM. Baik di jalan Sampang - Ketapang maupun Sampang - Omben. Sementara, pihak kontraktor tidak mau bertanggung jawab melakukan perbaikan. Padahal, benda tersebut (pipa transmisi.red) merupakan aset pemkab, dan barang siapa yang merusak aset wajib memperbaikinya.

"Kami mengalah memperbaiki pipa itu. Kontraktor sudah lepas tangan dan tidak mau memperbaiki pipa yang rusak, beda dengan kontraktor yang mengerjakan proyek di kecamatan Kota. Mereka menanggung perbaikan pipa," ujarnya.

Ke depan pihaknya berharap kepada kontraktor yang melaksanakan proyek pelebaran jalan baik di jalan kabupaten maupun provinsi, agar bisa lebih berhati-hati saat melakukan pengerukan tanah, dan setiap aset yang dirusak harus diperbaiki.
"Harus bertanggung jawab jangan tutup mata. Minimal menanggung biaya ongkos tukang, biar sama-sama enak," pintanya.

Sementara itu, Direksi PT. Amin Jaya Karya Abadi, Ikwan Amin meminta agar media ini menemui pejabat pembuat komitmen (PPK) yang berkantor di Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim di Sampang untuk menanyakan persoala tersebut.

"Langsung ke PPK nya saja. Biar di sana yang menjawab semuanya. Jika perlu sampean ajak orang PDAM, kalau kontraktor kan bekerja sesuai petunjuk PPK," ujarnya.

Dia mengatakan, dalam gambar perencanaan pihaknya tidak terganggu dengan adanya pipa transmisi yang tertanam di dalam tanah. Sebab, jika mengacu pada ketentuan yang ada seharusnya pipa PDAM tertanam di kedalaman 1,2 - 1,5 meter. Sedangkan kedalaman galian untuk pelebaran jalan hanya 40 sentimeter. 

Sebelum proyek tersebut dikerjakan pihaknya sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada PDAM Trunojoyo bahwa di lokasi itu  akan dilakukan pengerukan bahu jalan. Pihaknya meminta agar ada pendampingan dari PDAM untuk mengetahui titik lokasi yang tertanam pipa transmisi. Akan tetapi, tidak ada petugas dari PDAM yang terjun kelapangan untuk mendampingi. 

"Kalau sudah seperti ini kami yang disalahkan. Sebagai kontraktor kami juga dirugikan mas, karena kita kerja gak bisa cepat, harus menunggu pipa PDAM selesai diperbaiki," tukasnya. (Red-Zainal)