Manivestasi Pendidikan Desa Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat.
Cari Berita

Advertisement

Manivestasi Pendidikan Desa Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat.

Sabtu, 26 Oktober 2019

Foto : Istimiwa

BERITAMA.ID , OPINI - Di era sekarang atau yang dikenal dengan otomatisasi teknologi cyber (industri 4.0), manufaktur tren internet of things (IOT) yang fokus pada perkembangan kognitif, ilmu pengetahuan sangatlah memberi perubahan yang luar biasa,  mulai dari akar masyarakat sampai ke level tinggi bahkan kepada dunia pendidikan.

Sebelum kita masuk pada pembahasan, maka yang perlu kita ulas terlebih dahulu adalah manivestasi dari pendidikan itu sendiri, yaitu infrastuktur dan fasilitas dalam belajar mengajar. Keduanya, merupakan dukungan yang paling utama untuk memberikan kenyamanan dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan.

Seiring dengan perkembangan zaman, sarana dan prasarana sangat penting.  Keterisolasian desa akan memberi dampak buruk kepada sosial kultur budaya dan pertumbuhan pada peserta didik, khususnya kalangan kategori anak.

Saat ini, Desa Pangereman merupakan desa kecil yang sedang berkembang dengan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Keduanya akan memberi harapan besar kepada kehidupan generasi yang akan datang, mulai dari  ladang yang rumpun serta sawah yang terhampar luas yang harus digunakan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat desa.

Kalau melihat dari kehidupan sosial,  masyarakat Desa Pangereman masuk dalam katagori yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, gotong royong. Hal inilah yang menjadi kunci untuk menciptakan keharmonisan. Yang tua menjadi contoh dan yang muda menghormati.  Hal itu merupakan gambaran kecil dari realitas hubungan masyarakat desa Pangereman.

Hemat penulis, jika ditilik lebih dalam, Potret pendidikan di Desa Pangereman menyimpan banyak ruang-ruang pintar.  Selain Pondok Pesantren "SUMBER KEBUN" ternyata sudah berdiri kokoh gedung-gedung pintar lainnya mulai dari taman kanak-kanak, Madrasah Diniyah Hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berbasis pesantren dan terakhir, Sekolah Menengah Kejurusan (SMK).

Melihat dari sisi pendidikan, saya sebagai calon Kepala Desa (Kades) Pangereman,  merasa tertantang untuk membawa desa yang saya cintai pada suatu ruang intelektual yang mampu menumbuhkan kawah candradimuka pada perkembangan peradaban manusia. Keberadaan 16 lembaga yang sudah memiliki legalitas Operasional dari Dinas Pendididkan setempat, maka keyakinan  masyarakat untuk melahirkan SDM yang kian siap pakai kini semakin meningkat. Selain itu, pandangan optimisme untuk merebut cita-cita luhur masyarakat, kini sudah terbuka lebar di depan mata. Belum lagi ditambah dengan lahirnya para intelektual yang di kenal dengan mahasiswa kini sudah mulai menyatu bersama kami untuk merumuskan langkah kongkrit pada kehidupan masyarakat yang lebih bermakna.

Penyempurna selain bersama pemuda dan mahasiswa tentu atas ijin dan kesepakatan para sesepuh terutama para Tokoh Agama (Toga), Kami berikhtiar untuk ikut andil dalam kontestasi politik desa demi tercapainya cita-cita mulia masyarakat karena saya yakin bahwa optimisme masyarakat senantiasa bersama kami.

Penulis : Roisul Laili, S,Sos.
(Calon kepala desa Pangereman, Kecamatan, Kabupaten Sampang)