Jaka Jatim Korda Sampang Lakukan Demontrasi Ke Polres Sampang
Cari Berita

Advertisement

Jaka Jatim Korda Sampang Lakukan Demontrasi Ke Polres Sampang

Minggu, 15 Desember 2019

Foto : Dok Beritama.id

BERITAMA.ID, SAMPANG - Jaringan Kawal Jawa timur (Jaka Jatim) Korda Sampang melakukan aksi demo di depan Mapolres Sampang. Aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap kinerja polisi yang dinilai lambat dalam menangani kasus hukum di Sampang, Senin (16/12/19).

Ketua Jaka Jatim Korda Sampang Moh. Sidik mengatakan bahwa, kedatangannya ke Mapolres Sampang bukan bermaksud untuk menyalahkan atau memojokkan polisi. Melainkan ingin memberikan masukan dan catatan merah terkait kinerja polisi yang perlu di evaluasi. Harapannya, agar kedepan kinerja polisi bisa lebih maksimal.

Dijelaskan, sejumlah catatan merah tentang kinerja Polres Sampang dalam penegakan hukum. Antara lain, kasus kepemilikan senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam) yang diamankan saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019 di wilayah pantura.

Sidik menilai jika polisi terkesan tebang pilih saat mengamankan pemilik sajam dan senpi saat Pilkades di desa Bira Barat, kecamatan Ketapang, dan desa Gunung Rancak, kecamatan Robatal.

Indikasinya, dari ratusan sajam dan beberapa senpi yang diamankan di lokasi. Polisi hanya bisa menangkap sejumlah orang atau pemilik senjata tersebut.

"Kalau memang polisi serius menjaga keamanan dan ketertiban di Pilkades, Kenapa masih tebang pilih, jangan-jangan polisi sudah masuk angin," tudingnya.

Kemudian kasus lain yang sampai saat belum jelas adalah, pengungkapan kasus pembunuhan Busidin warga desa Tamberu Laok, Sokobanah pada 5 Oktober 2017, dan pembunuhan Kiai Idris di Banyuates pada 27 Desember 2017. Pihaknya khawatir kasus tersebut hilang begitu saja.

"Kami berharap bapak Kapolres yang baru bisa menuntaskan kasus pembunuhan itu. Agar masyarakat bisa merasa aman dan nyaman," ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro saat menemui para pendemo mengklaim bahwa pengungkapan kasus hukum sudah dijalankan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Semua oknum yang berusaha mengganggu dan menggagalkan Pilkades beberapa waktu lalu sudah kita amankan bersama dengan barang bukti. Kasus kepemilikan senpi juga akan kita tuntaskan," ujarnya.

Pihaknya sudah bekerjasama dengan pemkab Sampang dalam mengungkap kasus pembunuhan di Banyuates dan Sokobahan. Polisi juga berharap dukungan dari Lembaga Swadaya Masyarakat

"Kita akan terus memburu pelaku. Kita sudah masukkan ke daftar pencarian orang (DPO). Kalau ada masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku, segera lapor ke polisi," pungkasnya. (Red-Zainal)