Petani di Bangkalan Alami Kelangkaan Pupuk Hitam Bersubsidi
Cari Berita

Advertisement

Petani di Bangkalan Alami Kelangkaan Pupuk Hitam Bersubsidi

Monday, December 23, 2019

Ilustrasi Google

BERITAMA.ID, BANGKALAN - Musim hujan saat ini dirasakan seperti kemarau panjang oleh masyarakat geger Bangkalan, lantaran, langkanya pupuk subsidi jenis Nitrogen Phoepate Kalium (NPK) didapatkan oleh petani Bangkalan untuk bercocok tanam. Senin, (23/12/19).

Hal itu dialami oleh salah satu petani asal kecamatan Geger kabupaten Bangkalan yang bernama H. Maon, Bahwa ketersediaan pupuk subsidi NPK atau yang lebih dikenal sebagai pupuk hitam itu, sangat sulit untuk didapat saat ini.

"Ada penjual yang bukan agen, namun harganya sangat mahal, dibandingkan dengan harga subsidi," ujarnya.

Kondisi itu membuat salah satu politisi PDI-P yang duduk di kursi DPRD Provinsi Jawa timur angkat bicara, Mahfud, menjelaskan terkait
Pupuk NPK yang dikeluarkan melalui Rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) tidak akan dikurangi pengadaannya jika sudah ditetapkan.

"Kecuali ada oknum yang bermain," paparnya.

Politisi dapil XIV wilayah Madura itu memberikan lampu kuning terhadap pihak yang bermain-main terhadap subsidi yang dikhususkan terhadap masyarakat tani tersebut.

“Ini sebuah persoalan, banyak agen dan kios yang tidak mendapatkan pupuk untuk di distribusikan, dilain pihak banyak orang diluar agen menjual pupuk dengan harga melambung, dan jika ada yang bermain, berarti sudah melanggar hukum” ujarnya terhadap awak media.

Melihat gejolak yang semakin mengkhawatirkan dikalangan masyarakat tani, Puguh Santoso, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Kabupaten Bangkalan menjelaskan,  bahwa kesediaan pupuk hitam di Bangkalan tidak mengalami kelangkaan, bahkan pupuk bersubsidi tersebut tersedia dengan cukup untuk para petani.

“ketersediaan pupuk hitam sangat cukup, tidak akan ada kekurangan untuk para petani," jelasnya.

Terkait isu yang beredar, bahwa ketersediaan pupuk hitam yang sulit dijangkau, Puguh menjelaskan bahwa itu tidak benar.

"Berita itu tidak benar, karena ketersediaannya masih cukup," pungkasnya kepada awak media, saat ditemui di ruangan. (Red-Suryadi)