Dinas PU SDA Sumenep Lakukan Peninjauan Sungai Rawan Banjir Di Tiga Kecamatan
Cari Berita

Advertisement

Dinas PU SDA Sumenep Lakukan Peninjauan Sungai Rawan Banjir Di Tiga Kecamatan

Thursday, January 2, 2020

Foto : Beritama.id

BERITAMA.ID, SUMENEP - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) bersama Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timu, lakukan peninjauan di beberapa titik Dam/sungai.

Hasil pantauan media ini, rombongan tinjau Dam/sungai Desa Parsanga. Sebelumnya, rombongan telah melakukan peninjauan di tiga Kecamatan, meliputi Kecamatan Lenteng, Kecamatan Saronggi, dan Kecamatan Kota.

"Kami sekarang tengah melakukan pengecekan debit air di Dam-Dam sebagai acuan kita untuk menentukan lampu ijo, kuning, dan merah, terutama saat bencana banjir yang ada di Kabupaten Sumenep," ungkap Wakapolres Sumenep, Andi, pada sejumlah media, Kamis (2/1).

Dia mengatakan, beberapa tempat yang ditinjau hanya dilakukan pada titik rawan saja.

"Titik rawan di Kabupaten Sumenep, sesuai dengan perkiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang saya terima ada di 22 Kecamatan," terangnya.

Diakuinya, dari tiga Kecamatan, saat ini masih dalam tahap normal. Sesuai debit air, meliputi siaga 1 (270) dikategorikan lampu merah, siaga 2 (240) biasa, dan siaga 3 (200 atau 2 meter) aman.

Tentu, sejumlah tim penanggulangan bencana telah di tempatkan di tingkat Kecamatan maupun Kabupaten dalam mengantisipasi banjir pada musim penghujan kali ini. Melihat, banjir telah merambah kawasan ibu kota Jakarta sejak awal tahun 2020 kemarin.

Sementara itu, Chainur Rasyid, Kepala Dinas (Kadis) PU SDA, terus berupaya dalam mencegah terjadinya banjir di Kabupaten ujung timur pulau Madura itu.

"Di 2019 Kami melakukan normalisasi saluran, kali, sungai yang melewati kecamatan Kota. Jadi titik tekan kami adalah kecamatan Kota dulu, sebagai salahsatu barometer untuk mengendalikan banjir," terang Chainur.

Sebagaimana fungsi dan tugas Dinas PU SDA, sambung Chainur, yaitu normalisasi kali patrean, normalisasi kali anjuk, dan normalisasi kali gung-gung. Saluran pembuangan gung-gung.

"Harapan kami, untuk yang kali patrean ini adalah hulunya di Manding, melewati Dam Parsanga. Begitu Dam Parsanga sudah terjadi indikasi banjir, maka larinya ke kali patrean," harap mantan Kabag Umum Pemkab Sumenep ini.

Upaya tersebut, dibuktikan dengan adanya penguatan internal pembentukan tim dari Dinas PU SDA sendiri.

"Secara internal kami sudah membentuk tim dari Dinas PU SDA untuk selalu stand by di masing-masing Dam di kantor UPT. Melihat curah hujan saat ini, insyaallah kondisi dalam taraf aman," tandasnya.(Red-Hendra)