Dana Investasi di Kabupaten Sampang Target Meningkat Rp 499 Miliar
Cari Berita

Advertisement

Dana Investasi di Kabupaten Sampang Target Meningkat Rp 499 Miliar

Saturday, January 25, 2020

Foto : Google
BERITAMA.ID, SAMPANG - Pemerintah kabupaten (pemkab) Sampang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), menargetkan dana investasi tahun anggaran 2020 sebesar Rp 499 miliar.

Target tersebut meningkat dari tahun 2019 dengan nominal Rp 438 miliar, Tapi realisasi tidak maksimal dan hanya bisa tercapai Rp 422 miliar.

Kabid Pengendalian, Pelaksana Informasi dan Penanaman modal DPMPTSP Sampang, Abdul Adim mengatakan, besaran dana investasi yang ditargetkan relatif rendah untuk sekala kabupaten/kota. Namun, pihaknya menyebut target itu sesuai dengan potensi daerah.

“Kami realistis, tidak memasang target banyak, sebab investor belum tahu potensi daerah yang menarik sebagai dasar menanamkan modal investasinya,” katanya Jumat (24/1/2020).

Diterangkan, sedikitnya ada 13 sektor jenis usaha di Kota Bahari yang bisa menarik investor. Antara lain, perdagangan, pertanian, pertambangan, perumahan, kontruksi, kuliner, dan wisata.

"70 persen dana investasi yang masuk itu di bidang perdagangan. Kalau untuk wisata belum tergarap," terangnya.

Diungkapkan Abdul Adim, untuk menjaring investor, pihaknya sudah melakukan berbagai terobosan dengan mempermudah akses maupun iklim investasi yang sehat.

Upaya-upaya lain yang juga telah dilakukan semisal dengan memperbanyak sosialisasi, promosi, pemberian insentif, bahkan keringanan pajak bagi investor.

Tak hanya itu, Adim mengungkapkan pihaknya akan memanfaatkan dengan baik Peraturan Bupati tentang Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) 72/2017, tentang Keamanan dan Kenyamanan para Investor, dengan rangsangan pemberian insentif maupun kemudahan proses perizinan agar investor lebih tertarik untuk menanamkan modal.

Melalui terobosan tersebut, diharapkan akan menjadi daya tarik dan investasi di Sampang bisa lebih meningkat. "Kami optimis target investasi tahun ini bisa tercapai. Apalagi bapak Bupati H. Slamet Junaidi sangat konsen dalam hal peningkatan investasi, khususnya di sektor pariwisata," ujarnya.

Untuk bisa mencapai target investasi tersebut, lanjut Adim, perlu dukungan dan kerja sama lintas sektor untuk mempromosikan pontensi daerah yang bisa dikelola dan dikembangkan.

"Potensi apa saja yang bisa ditawarkan dan dijual kepada investor itu yang paham dinas terkait. Kalau kami hanya sebatas melayani hal yang sifatnya administratif yang menampung para investor," pungkasnya. (Red-MaduraPost)