Kasus Dugaan Tipikor Gedung Dinkes Sumenep Masuk Tahap P21, Kasi Intel : Tim Temukan Berkas Yang Sifatnya Tabu
Cari Berita

Advertisement

Kasus Dugaan Tipikor Gedung Dinkes Sumenep Masuk Tahap P21, Kasi Intel : Tim Temukan Berkas Yang Sifatnya Tabu

Saturday, February 15, 2020

Foto : MaduraPost
BERITAMA.ID, SUMENEP - Tinggal satu hari lagi, jelang 14 hari penelitian Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalami kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) di periksa.

Pemberkasan materil dan formil yang diserahkan oleh Kepolisian Resort (Polres) pada Jumat (31/1/2020) kemarin itu, ternyata masih dinilai kurang lengkap.

"Ini sudah diteliti oleh jaksa peneliti selama jangka waktu yang telah ditentukan, jadi dalam jangka waktu 14 hari ini jaksa peneliti menemukan beberapa pentunjuk, dan akan disampaikam melalui surat berupa P19 kepada pihak Polres Sumenep," ungkap Kepala Kejari (Kajari) Sumenep, Djamaludin, melalui Kasi Intel, Novan, saya ditemui di kantornya, Kamis (13/2).

Rencananya, besok terakhir jaksa peneliti Kejari Sumenep akan melemparkan kembali berkas yang masi kurang tersebut dengan kode P19.

"Untuk jangka 14 harinya ini besok terakhir hari Jumat, karena peneyerahan berkas ke Kejari Sumenep masuk pada tanggal 31 januari 2020 lalu. Tapi sepertinya hari ini sudah selesai tinggal kita serahkan ke Polres. Kita kembalikan berkas dan data petunjuknya dari jaksa peneliti," terangnya.

Dia menjelaskan bahwa telah selesai melakukan penelitian, sehingga wajib Polres Sumenep melengkapi data yang kurang tersebut.

"Jadi berkas yabg diarahkan polres kepasa kejaksaan bukan tidak lengkap akan tetapi ada kekurangan dari segi formil dan materil," katanya.

Anehnya, saat pemeriksaan, jaksa peneliti Kejari Sumenep menemukan banyak kejanggalan. Namun pihaknya belum bisa berkomentar sebab menjadi rahasia negara.

"Temuan itu tidak bisa disampai kan, namun yang pasti dalam penaganan kasus ini, kami akan bedah sedalam-dalamnya, dan kita akan membuka untuk menemukan pihak-pihak apa saja yang terkait. Serta juga yang bisa dimintai pertanggung jawaban dari kasus ini," urainya.

Meski sebelumnya Polres Sumenep telah menyerahkan P21 berkas kasus dugaan Tipikor gedung Dinkes. Namun, Novan, membeberkan banyak kejanggalan berkas yang masih bersifat tabu.

"Jadi semua kejanggalan yang ditemukan oleh jaksa peneliti semuanya dituangkan ke surat p19, dan tidak diungkapkan. Karena inikan masih penyidikan Polres, maski kewenangan Polres semua untuk penyedikan. Jadi kita hanya memberikan petunjuk, tergantung dari Polres bisa memenuhi apa tidak petunjuk dari jaksa peneluti," bebernya.

Ditanya soal hasil pemeriksaan, apakah ada tersangka lainnya, selain yang ditetapkan Polres Sumenep yakni inisial I dan A, dia menerangkan tergantung pada pengembangan kasus tersebut.

"Karena saat ini sudah dituangkan pada surat P19 dari kami jaksa peneliti, tinggal kita tunggu dari Polres bisa memenuhi apa tidak kekurangan yang ditemukan oleh Kejari," tambahnya.

Selain itu, Novan menyebutkan, kerugian dari kasus tersebut ditaksir sekitar 200 juta.

"Terkait tersangka kenapa tidak dibawa saat pemeriksaan, sesuai pasal 184 Kitab Undang-undang Acara Pidana (KUHAP) yang mana ada 5 item. Yakni Saksi, Dukomen, Petunjuk, Ahli, dan tersangka. Untuk sementara yang diperiksa masih 4 item, jadi nanti setelah P21 barang bukti dan tersangka, baru diserahkan ke Kejari," tandasnya (red-MaduraPost)