Akibat Virus Corona, Masker Di Sumenep Mulai Langka
Cari Berita

Advertisement

Akibat Virus Corona, Masker Di Sumenep Mulai Langka

Kamis, 05 Maret 2020

Ilustrasi
BERITAMA.ID, SUMENEP - Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, lakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) kelangkaan masker dan sanitizer.

Sejak wabah virus corona merambah ke ibu kota Jakarta, Depok, Jawa Barat, akhir pekan lalu, ketersediaan masker dan sanitizer dibeberapa daerah semakin berkurang, utamanya Sumenep. Bahkan, sudah tidak menyetok kembali.

"Hasilnya, dibeberapa apotek sudah tidak tersedia lagi penjualan masker maupun sanitizer. Dari keterangan apotek memang sudah tidak dilakukan lagi distribusi oleh distributornya di Surabaya," ungkap Kepala Polres (Kapolres) Sumenep, AKBP. Deddy Supriadi, pada sejumlah media, Kamis (5/3).

Dari hasil Sidak yang dilakukan itu, Deddy menemukan fakta sejak bulan Februari lalu, sudah tidak stock alat berupa masker dan senitizer.

"Pernah ada di bulan Februari penawaran dari distributor, namun harganya cukup mahal. Sehingga apotek yang ada di Sumenep ini tidak membelinya," kata dia.

Pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk mendalami kelangkaan masker dan senitizer itu. Ditengarai, faktor merambahnya virus Corona ke Indonesia menjadi alasan utama.

"Kami akan terus melakukan penyelidikan, dan tidak akan bergerak sendiri, tentu terus berkoordinasi dengan Dinkes atas kelangkaan alat masker dan senitizer tersebut, serta akan dicari tahu penyebabnya apa," paparnya.

Sedangkan pihak apoteker Eka Darma yang terletak di jalan KH. Mansur nomor 72 Sumenep itu mengutarakan, kelangkaan masker dan senitizer sudah berlangsung sejak akhir 2019 lalu.

"Mulai akhir Desember 2019 lalu, dan awal tahun 2020 masker dan senitizer sudah langka dan tidak ada pengiriman lagi dari distributor kami," terang Hariyono, pemilik apotek Eka Darma.

Selain langka, harganya pun melonjak naik, dari mulanya harga dapat terjangkau, kini sudah mencapai ratusan ribu.

"Awal Februari harganya pun sudah naik, dan kami tidak membelinya lagi. Harga per-boxnya biasanya 30 sampai 35 ribu, namun naik drastis sampai 130 ribu per-boxnya untuk tahun ini," urai pemilik apotek ini.

Bahkan dijelaskan pula, apabila setiap apotek juga dipangkas dan dijatah hanya 2 box saja untuk ketersediaan masker dan senitizer tersebut.

"Apotek juga hanya dijatah 2 box saja. Sebenarnya apotek mau menyediakan lagi, tapi dari distributornya yang langka," ucapnya.

Selain apotek Eka Darma, apotek lain seperti Kimia Farma, juga telah habis ketersediaan alat masker maupun sanitizer.

"Saya juga tidak tahu, yang jelas dari distributor pusat memang sudah tidak ada lagi," terang Joko Pramono, apoteker Kimia Farma, saat dikonfirmasi pewarta.

Dia mengutarakan, jika distributor juga ada yang sudah menawarkan. Namun lagi-lagi, hingga kina tak kunjung dikirim juga.

"Sebenarnya juga ada penawaran, tapi saat ini masih langka, dan agak lama sudah tidak dikirim ke Sumenep," tuangnya. (Red-Maman)