Pejabat PPTK DPKP Angkat Bicara Pada Proyek Saluran Air di Pamaroh Pamekasan
Cari Berita

Advertisement

Pejabat PPTK DPKP Angkat Bicara Pada Proyek Saluran Air di Pamaroh Pamekasan

Friday, April 24, 2020

Foto : Beritama.id
PAMEKASAN, (Beritama.id) - Proyek saluran air di Dusun Toron Samalem, Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pakekasan diduga menjadi kahan banjakan oleh pelaksana. Selasa (21/04/2020).

Dari pantauan MaraPost proyek tersebut banyak kejanggalan seperti tidak adanya pasir dibawah sigaran disela - sela penyusunan batunya tidak semuanya diberikan adonan dan tidak dilakukan galian tapi langsung di tindihkan ke tanah.

"pada pantauan kami, proyek di daerah tersebut kami duga jauh dari spesifikasi dan sepertinya hanya akan dikerjakan asal jadi saja".

Menurut R. Abdullah Arif sebagai Pejabat Palaksana Teknis Kegiatan (PPTK) mengatakan, bahwa kegiatan proyek di daerah tersebut harus dibongkar total.

"setelah pemberitahuan dari teman - teman media, dan melihat hasil video dan foto kalau cara pemasangan sigaran tersebut sudah tidak sesuai spesifikasi, padahal seharusnya sebelum pemasangan sigaran harus diberikan pasir terlebih dahulu sehingga apa bila tanah dilokasi merupakan tanah gerak maka bangunan di atasnya aman". ucapnya pada saat kami konfirmasi di kantornya.

Lebih lanjut R. Abdullah Arif mengatakan bahwasanya,"dengan adanya pengawasan dari teman - teman media kami merasa terbantukan sehingga mempermudah kerja kami sebagai pengawas". Lanjutnya.

R. Abdullah Arif berharap, "agar semua pelaksana (rekanan) betul - betul bekerja sesuai RAB yang ada agar hasilnya lebih maksimal". Harapnya.

Salah seorang anggota LSM GEMPUR (Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyak) Zainal Seninggih mengatakan bahwa proyek tersebut merupakan proyek abal-abal.

"dari hasil investigasi kami ke lokasi kalau pekerjaan tersebut merupakan proyek bodong sebab tidak adanya papan nama, tidak jelas siapa pelaksananya dan proses kegiaatannya saya duga akan dikerjakan asal  jadi saja".katanya.

"maka oleh karena itu kami akan melaporkan hal tersebut ke pihak yang bertanggung jawab agar persoalan tersebut ditindak lanjuti".ucapnya.

Sampai dengan ditayangkannya berita ini tidak ada kejelasan siapa yang punya proyek tersebut dan siapa yang bertanggung jawab.(red/monir)