Proyek Plengsengan di Desa Bajur Mendapat Sorotan Warga, Pemilik Proyek Dinilai Tidak Punya Etika
Cari Berita

Advertisement

Proyek Plengsengan di Desa Bajur Mendapat Sorotan Warga, Pemilik Proyek Dinilai Tidak Punya Etika

Senin, 06 April 2020

Lokasi proyek plengsengan di dusun Klerker, Desa Bajur, Kecamatan Waru, Pamekasan.(Foto : Monir/Wartawan)
PAMEKASAN, (Beritama.id) - Proyek Plengsengan yang berlokasi di Dusun Klerker, Desa Bajur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan yang saat ini sedang dikerjakan diduga hanya dijadikan lahan untuk memperkaya diri oleh pelaksana dan menjadi polemik di masyarakat, Senin (06/04/2020). 

Pantauan Beritama.id dilokasi pekerjaan banyak sesuatu yang janggal kami temukan dan kami duga proyek tersebut sengaja akan dikerjakan asal jadi.

"Sebab tidak adanya papan informasi, lubang galian kami lihat hanya beberapa senti meter saja dan hampir semua disela-sela susunan batunya tidak diberikan adonan pasir dan semen (batu kosong)

Menurut penuturan salah seorang pekerja pada saat kami konfirmasi mengatakan, bahwa apa yang mereka kerjakan sudah sesuai saran dari pemilik proyek

"Saya tidak tahu mas siapa yang punya proyek ini, tapi yang menyuruh saya bekerja pada proyek ini namanya (Mamang) warga Desa Bujur, terus atas perintahnya juga harus dikerjakan seperti ini,"tuturnya

Melalui via telpon kami hubungi Kepala Desa Bajur Syaiful Bahri mengatakan bahwa dirinya tidak tahu kalau ada kegiatan proyek plengsengan di wilayahnya.

"Saya tidak tahu kalau ada kegiatan proyek disitu mas, karena sampai sekarang tidak ada pemberitahuan dari pelaksana kepada saya baik melalui lisan ataupun surat." Ucapnya 

"Memang kalau secara etika dan aturan semestinya pihak pelaksana sebelum memulai kegiatan tersebut memberitahu kepada saya dulu sebagai Pimpinan Desa, tapi ini gak ada mas sehingga saat ini saya merasa tidak dihargai."Kesalnya

Menurut salah seorang tokoh masyarakat setempat yang tidak mau disebut namanya mengatakan, kalau proyek plengsengan tersebut adalah proyek siluman

"Proyek itu seperti proyek siluman, karena serba tidak jelas serta sepertinya akan dikerjakan asal jadi, juga pihak pelaksana proyek tersebut tidak punya etika dan tidak menghargai Kepala Desa kami dengan tidak pamit atau tidak ada pemberitahuan ke beliau (Kades) kalau mau melakukan kegiatan proyek disini."Pungkasnya

Wartawan : Monir
Editor  : Imron