Seorang Guru di Sumenep Meninggal Dunia Demi Menyelamatkan Muridnya
Cari Berita

Advertisement

Seorang Guru di Sumenep Meninggal Dunia Demi Menyelamatkan Muridnya

Selasa, 07 April 2020

Foto : Beritama.id
SUMENEP, (Beritama.id) - Verawati, seorang guru Raudlatul Athfal (RA) Mambaul Amin, meninggal dunia setelah menyelamatkan 8 anak tenggelam di pinggir pantai Pagerungan Besar, Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep. 

Achmad Junaidi, seorang tokoh masyarakat Desa Pagerungan Besar, menceritakan kronologi kejadian tersebut, bahwa bermula pada 8 Anak tersebut, sedang bermain perahu fiber di pantai pada hari Sabtu (4/4/2020) kemarin, kemudian perahu tersebut terbawa arus laut hingga lebih kurang 100 meter dari bibir pantai dengan kedalaman lebih kurang 3 meter.

"Perahu tersebut terbalik, dan korban bersama 8 Anak mengalami tenggelam di perairan Desa Pagerungan Besar," ungkapnya pada media ini saat dikonfirmasi, melalui sambungan selularnya, Selasa (7/4).

Saat kejadian, sambung Junaidi, dengan segala daya upaya Verawati menolong 8 anak tersebut, dan sejumlah warga yang melihat kejadian itu, langsung berenang untuk menolong, adapun Ke 8 Anak tersebut tertolong dengan selamat, Namun orang tidak bisa terselamatkan, yakni Ibu Nabiyeh dan Ibu Verawati.

"Ibu Verawati adalah kepala sekolah RA. Mambaul Amin, saat kejadian kemaren sekitar pukul 09.00 Wib, korban sempat dibawa ke Puskesmas Pembantu di Pagerungan Besar, namun sayang nyawanya tidak bisa tertolong," terangnya. 

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sapeken Iptu Karsono, S.H. membenarkan adanya kejadian dua orang warga Desa Pagerungan Besar meninggal tenggelam di laut. Kejadian telah dilaporkan dengan nomor : LP/15/IV/2020/JATIM/RESSMP/SEKSPKN tanggal 4 April 2020, pada hari Sabtu sekira jam 09.00 Wib, dipinggir pantai di Dusun Satu, Desa Pagerungan Besar Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep.

"Kejadian tersebut dilaporkan oleh Galib, 47 tahun, warga Pagerungan Besar, pada hari Sabtu tanggal 4 April 2020, sekira pukul 10.00 Wib. Diketahui korban bernama Nabiyeh 50 tahun, Ibu rumah tangga, alamat Dusun 1, Desa Pagerungan Besar, dan Verawati 38 tahun, Guru TK, alamat Dusun 1, Desa Pagerungan Besar Kecamatan, Sapeken Kabupaten," terangnya.

Selanjutnya, Iptu Karsono, menyampaikan bahawa Verawati dan ke 8 orang anak-anak itu, yakni, Safran (2), Rio (7) Abisar (3), Sofyan (11), Herlan (7), Widya (11), Nila (9), dan Rosa (11), mereka Sedang bermain dipantai dengan menggunakan perahu mainan yang terbuat dari fiber dinaiki bersamaan di pinggir pantai, kemudian perahu tersebut terbawa arus ke tengah laut, dan tenggelam.

Pada saat kejadian, kata Iptu Karsono, Nabiye, seorang nenek dari salah satu anak yang tenggelam bernama, juga berenang ke laut untuk menolong cucunya. Setelah Sampai ditengah laut warga fokus menolong ke delapan Anak tersebut, tidak menghiraukan ke Verawati dan Nabiye. Setelah ke 8 anak tersebut berhasil diselamatkan oleh warga, ternyata justru Verawati dan Nabiye yang tenggelam, 

"Hingga kemudian Verawati dan Nabiye berusaha diselamatkan lalu dilarikan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Pagerungan Besar, namun Verawati dan Nabiye tidak dapat diselamatkan, sedangkan 8 anak tersebut dalam keadaan selamat dan sehat," pungkasnya.(Red/Hendra)