Diduga Menderita Penyakit Paru-paru, Warga Surabaya Muntah Darah dan Meninggal Dunia di Sumenep
Cari Berita

Advertisement

Diduga Menderita Penyakit Paru-paru, Warga Surabaya Muntah Darah dan Meninggal Dunia di Sumenep

Sabtu, 02 Mei 2020

Foto : Beritama.id
SUMENEP, (Beritama.id) - Imam Tohid (52), seorang warga Kupang Gunung Barat, Gang 9/25 RT 02 RW 09, Kelurahan Putat Jaya-Sawahan Kota Surabaya, yang kini tengah bekerja di PT. Telkom Infra Area Sumenep, Madura Jawa Timur, ditemukan tergelatak tak bernyawa.

Imam Tohid (Korban) ditemukan tewas ditepian jalan raya Tanjung, Dusun Tanjung, RT 04 RW 02, Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, tepat disalahtu trotoar depan rumah warga bernama Rasidi.

Korban tak sendirian, dia bersama istrinya Wainarti (50), yang saat ini tengah berdomisli atau mengontrak sebuah rumah di daerah Dusun Karang Panasan, Desa Pabian, Kecamatan setempat.

Kronologis kejadian meninggalnya Imam Tohid dipangkuan sang istri Wainarti, berawal pada hari Jum'at kemarin (1/4/2020), sekitar pukul 17.00 WIB, dalam perjalanan pulang saat selesai bekerja mengecek Tower Telkomsel di Desa Tanjung, dengan mengendarai Mobil Suzuki Pic Up warna hitam dengan Nomor Polisi (Nopol) L 9501 VU.

"Setelah perjalanan sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban berhenti turun dari mobil dengan keadaan batuk-batuk dan muntah darah. Kemudian tergeletak di pinggir jalan raya hingga tidak sadarkan diri," ungkap Kasubbag Humas Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, AKP. Widiarti, dalam rilisnya usai kejadian kemarin, Jumat (1/4).

Menurut keterangan istri Imam Tohid pada polisi, dia menjelaskan, apabila suaminya telah lama menderita riwayat penyakit paru-paru, kurang lebih sekitar 5 tahunan, dan sering muntah-muntah darah sebelumnya.

Sayangnga, saat korban ingin dibawa ke rumah sakit oleh istri dengan bantuan warga setempat tak sempat tertolong, akhirnya Pasangan Suami Istri (Pasutri) Imam Tohid tersebut meninggal dunia ditempat.

"Sebelumnya korban bersama Istrinya mendapat pertolongan dan mau dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, namun sayang korban sudah meninggal dunai," paparnya.

Atas kejadian itu, sang istri hanya bisa pasrah dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dari tuhan. Istri korban juga menolak untuk dilakukan visum serta diproses sesuai prosedur huku.

"Sakit yang diderita korban tidak ada unsur kekerasan. Lalu istri korban menolak untuk Jjenasah dilakukan visum dan menolak proses hukum, sehingga membuat Surat Pernyataan (SP), bahwa Imam Tohid meninggal dunia karena sakit paru-paru yang telah lama dideritanya," jelas Widiarti.

Diketahui, Imam Tohid, bekerja di Kabupaten Sumenep sekitar 2 tahun, dan tidak pernah pulang kampung atau keluar dari daerah tersebut.(Red/Hendra)