Cabup Achmad Yunus Undang Cabup Fattah Jasin Dalam Acara Diskusi
Cari Berita

Advertisement

Cabup Achmad Yunus Undang Cabup Fattah Jasin Dalam Acara Diskusi

Friday, June 5, 2020

Achmad Yunus, saat menyerahkan cinderamata pada Fattah Jasin


SUMENEP, (Beritama.id) - Ditengah pandemi virus corona atau covid-19, Achmad Yunus, salah satu calon Bupati di bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa, undang Fattah Jasin, Kepala Badan Koordinator Madura (Bakorwil) untuk mengisi diskusi di rumah perubahan.


Mengangkat Diskusi Perubahan dengan tema Pembangunan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi di Madura, Fattah Jasin, mengatakan terobosan Achmad Yunus untuk mendorong kaum milenial maju sangat bagus.

"Ditengah pandemi ini, beliau bagus dalam mendorong anak muda untuk berkarya, salah satunya dengan adanya diskusi perubahan ini," katanya, pada awak media usai acara, Jumat (5/6).

Menariknya, merujuk pada tema Pembangunan Ekonomi dan Daya Tarik Investasi di Madura, dia mengatakan bahwa Sumenep masih butuh ide cemerlang, agar sektor perekonomian bisa maju.

"Hasil pengamatan saya di Jawa Timur, sebuah wilayah yang investasinya tinggi, kinerja ekonominya bagus, itu tergantung dari slot masif punya dukungan infrastruktur," terangnya.

Sementara itu, Achmad Yunus, sebagai tuan Rumah Perubahan menuturkan, apabila ide para pemuda untuk mendatangkan Kepala Bakorwil sebagai terobosan baru, untuk mendapatkan banyak pengalaman.

"Ini sebenarnya tidak hanya Fattah Jasin, minggu kemarin kita bersama RA. Mamak, kemudian waktu bulan Ramadhan kita dengan pak Bupati tema-tema konten yang berbeda," tutur Yunus.

"Kalau Fattah Jasin ini tugasnya kan sebagai Kepala Bakorwil, dan teman-teman Rumah Perubahan ini menggagas bahwa perubahan ini adalah tempat bagi anak muda untuk bisa menambah wawasan dari segala hal, tidak hanya mengundang Fattah Jasin, besokmungkin kita akan mengundang pak Wabup," ucap dia.

Yunus juga memaparkan soal politik. Di masa pandemi dan pesta demokrasi, masyarakat Sumenep harus bisa saling mendukung tanpa terpecah belah sebab beda pilihan.

"Kita terbuka bahwa politik ini tidak harus berkotak-kotak, dengan semua kita harus berkomunikasi. Saya ingin membawa suara anak-anak muda, mengajarkan pada mereka, meskipun kita berbeda haluan tapi setidaknya kita bisa berkomunikasi dengan baik," tukasnya. (red/hendra)