Usai Bentrok Antara Mahasiswa Dan Polisi, Bupati Pamekasan Bersama Kapolres Pamekasan Gelar Konferensi Pers
Cari Berita

Advertisement

Usai Bentrok Antara Mahasiswa Dan Polisi, Bupati Pamekasan Bersama Kapolres Pamekasan Gelar Konferensi Pers

Sunday, June 28, 2020

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam Bersama Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari, PKC PMII Jatim, dan PC PMII Pamekasan Saat Melakukan Konferensi Pers
PAMEKASAN, (Beritama.id) - Bupati Pamekasan, Badrut Tamam bersama Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari, PKC PMII Jatim, dan PC PMII Pamekasan melakukan konferensi Pers, usai melakukan rapat tertutup di Ruang Peringgitan Pendopo Agung Ronggosukowati, Sabtu, (27/06).

Hal ini dilakukan akibat aksi demo PMII Cabang Pamekasan tentang galian C ilegal yang berujung ricuh dan bentrok antara mahasiswa dengan aparat kepolisian pada Kamis (25/06) lalu. Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan antara Bupati Pamekasan, Kapolres Pamekasan, PKC PMII Jatim, dan Ketua PC PMII Pamekasan.

Hasil rapat dan kesepakatan bersama yang pertama, berkomitmen untuk saling menjaga keutuhan Bangsa. Kedua, PKC PMII Jatim dan PC PMII Pamekasan meminta agar Bupati Pamaekasan dan Kapolres Pamekasan memberikan jaminan kesehatan kepada sejumlah kader yang terluka dan cedera pasca aksi Demo. Ketiga, PKC PMII Jatim dan PC PMII Pamekasan meminta agar Kapolres Pamekasan menindak oknum polisi yang diduga telah memukul kader PMII hingga keluar dari protap pengamanan aksi demonstrasi. Ke empat, para Aktivis PMII meminta agar pemerintah dan aparat bertindak tegas menertibkan tambang ilegal yang menjamur di Pamekasan.

"Saya terima usalan serta gagasan itu, dan akan berjuang bersama Kapolres dan Forkompimda serta alemen lainnya untuk menertibkan Galian C di kabupaten Pamekasan," kata Badrut Tamam.

"Dan tentunnya melalui proses kajian-kajian bersama lalu kita ambil kebijakan yang berpondasikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," tambahnya.

Sementara Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari mengatakan, akan melakukan tindakan tegas kepada anggotanya yang diduga telah melakukan tindakan di luar protap pengamanan.

Dirinya menjelaskan, saat ini Propam Polda Jatim tengah memeriksa 3 oknum aparat kepolisian yang bertindak represif terhadap kader PMII dalam aksi penolakan tambang ilegal di Kabupaten Pamekasan.

"Ketiga oknum polisi berinisial A, B, dan S saat ini sudah diamankan oleh Polda Jatim," katanya.

"Sesuai permintaan para Aktivis PMII kami siap menindak tegas tindakan anggota yang keluar dari protap pengamanan demo," ungkapnya.

Dirinya berharap, setelah pertemuan ini tidak ada pemantik gerakan atau gesekan di Kabupaten Pamekasan serta Kabupaten lainnya. (ita)