Buka Pelatihan Bagi Calon WUB, Bupati Pamekasan : Kebutuhan Masyarakat Pamekasan Terpenuhi Tanpa Impor Dari Kabupaten Lain
Cari Berita

Advertisement

Buka Pelatihan Bagi Calon WUB, Bupati Pamekasan : Kebutuhan Masyarakat Pamekasan Terpenuhi Tanpa Impor Dari Kabupaten Lain

Thursday, July 30, 2020

Calon Wirausaha Baru saat Mengikuti Arahan Bupati Pamekasan, di Mandhepa Agung Ronggosukowati.
PAMEKASAN, (Beritama.id) - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam membuka pelatihan bagi 1.554 calon Wira Usaha Baru (WUB), di Mandhepah Agung Ronggosukowati, Rabu (28/07).

Calon wirausaha usaha baru sebanyak 1.554 orang, dengan rincian pelatihan klasikal 84 paket yang terdiri dari 20 jenis pelatihan dengan jumlah 1.344 orang. 

Pemagangan terdiri dari 2 kegiatan yaitu marketing online dan tenun ikat masing-masing 5 orang di Surabaya dan Kediri. Untuk workshop atau pembinaan bagi wirausaha baru sebanyak 200 orang.

Hal ini untuk mendukung salah satu program prioritas selama kepemimpinannya. Program tersebut merupakan program pembinaan dan penumbuhan sepuluh ribu wirausaha baru dan calon wirausaha baru atau yang disebut dengan "Sapu Tangan Biru".

Dirinya mengatakan, dalam pelatihan tersebut terdapat beberapa cara yang dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dalam mencetak calon wirausaha baru.

"Diantaranya meliput pelatihan sumberdaya, bantuan peralatan, memperkecil bunga pinjaman dari 6 persen menjadi 1 persen sedangkan 5 persennya akan ditanggung Pemkab, mempersiapkan pasar dan menjaga atmosfer cara berpikirnya untuk tetap jadi pengusaha," katanya.

Hal tersebut dilakukan untuk mendorong bagaimana program Sapu Tangan Biru ini yang secara teknis diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja bisa betul-betul terlaksana.

"Kalau tahun ini sebanyak 1.554 maka tahun berikut harus lebih banyak lagi yang dilatih,,karena target kita 10 ribu," ujarnya.

Badrut berharap, dengan mencetak wirausaha baru semua kebutuhan masyarakat Pamekasan nantinya bisa terpenuhi sendiri tanpa harus mendatangkan ataupun mengimpor dari Kabupaten lain.

"Harapan kita semua kebutuhan-kebutuhan kita ini tidak harus impor dari Kabupaten lain," pungkasnya. (adv/ita)