Menjelang Hari Kemerdekaan RI, Penjual Bendera di Bangkalan Mengaku Sepi Pembeli
Cari Berita

Advertisement

Menjelang Hari Kemerdekaan RI, Penjual Bendera di Bangkalan Mengaku Sepi Pembeli

Selasa, 28 Juli 2020

Penjual bendera yang berlokasi di akses Jl. Soekarno Hatta (depan stadion Bangkalan) 
BANGKALAN, (Beritama.id) - Pernak-pernik jelang hari kemerdekaan republik Indonesia, di akses Jl. Soekarno Hatta (depan stadion Bangkalan) dipenuhi penjual bendera marah putih, Selasa (28/07/2020).

Hari kemerdekaan menjadi momen tersendiri bagi penjual bendera, pasalnya pada saat itu orang-orang bahkan dinas ataupun instansi akan memajang kain yang berwarna merah putih di setiap halaman atau depan rumah.

Hal itu membuat bapak Ade rela datang jauh-jauh dari Bandung demi mengais rezeki dari menjual bendera dengan harga yang relatif terjangkau, hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

"Untuk harga ada harga 5 ribu-300 ribu rupiah," ujar bapak Ade yang sudah 5 tahun berjualan bendera di kabupaten Bangkalan itu.

Lanjutnya, namun untuk tahun ini merupakan tahun yang paling sulit untuk mencari hasil. Jangakan untung kadang modal saja tidak balik, bahkan harus merogoh gocek untuk makan sehari-hari.

"Selama lima 5 hari ini sangat sepi pembeli, bayangkan dari hari pertama sampai hari  hanya ini hanya laku 2 bendera, itupun yang laku harga 15 ribu," tuturnya

Ade menambahkan, bahwa modal untuk menjual bendera dihasilkan dari berhutang, namun hingga saat ini masih belum ada penghasilan. biasanya pada bulan Juli akhir sudah ramai tapi sekarang sangat sepi, mungkin ini juga dampak dari pandemi covid-19

"Istri sudah nelpon minta kiriman untuk 2 anak yang sekolah SMP, dan yang kelas 1 SD, satunya masih kecil.  ya mau bagaimana mas, disuruh sabar dulu karena memang tidak ada," ujarnya sambil menundukkan kepala dengan wajah sedih. 

Ade berharap semoga pandemi ini segera belalu, agar penjualannya bisa normal seperti biasanya. Dan segera balik modal untuk bayar hutang.

"5 tahun ini penjualan bendera sangat menurun, tapi tahun ini sangat drastis. Semoga pemerintah juga memerhatikan nasib kita mas," tutupnya. (Red/Suryadi Mp)