Tolak RUU Omnibus Law, BEMF UNIRA Gelar Aksi di Depan Kantor DPRD Pamekasan
Cari Berita

Advertisement

Tolak RUU Omnibus Law, BEMF UNIRA Gelar Aksi di Depan Kantor DPRD Pamekasan

Sabtu, 18 Juli 2020

Sejumlah Mahasiswa Saat Berada di Depan Kantor DPRD Pamekasan
PAMEKASAN, (Beritama.id) - Aksi demonstrasi digelar sejumlah mahasiswa aliansi BEM Fakultas Universitas Madura (BEMF Unira) di depan kantor DPRD Pamekasan menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja. 

Orasi yang dilakukan BEM Fakultas Universitas Madura didepan kantor DPRD Pamekasan itu dilakukan secara bergantian oleh beberapa mahasiswa dengan menggunakan TOA. 

Dalam orasinya, korlap aksi Affan Azhari mengatakan, bahwa aksinya tersebut menolak Omnibus Law secara keseluruhan dan mendesak untuk penghentian pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja. Pasalnya, pihaknya menilai RUU tersebut bermasalah dalam substansinya. 

“Kami menilai bahwa baik parlemen maupun pemerintah tidak punya niat politik untuk melindungi rakyatnya,” ucapnya. 

Pihaknya juga menilai, pembahasan yang dilakukan oleh DPRD pada RUU cipta kerja tersebut tampak tergesa-gesa serta dinilainya produk legislasi itu pro penguasa dan pengusaha. 

"DPR telah mengabaikan legislasi yang dibutuhkan rakyat, seperti RUU Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga serta RUU Penghapusan Kekerasan Seksual," ujarnya. 

Dia menegaskan dalam orasinya, kalau Omnibus law itu adalah ancaman bagi rakyat dan lingkungan hidup. 

“Omnibus Law itu adalah ancaman bagi seluruh rakyat, dan tidak hanya rakyat akan tetapi juga ancaman bagi lingkungan hidup,” tegasnya. 

Fathorrahman selaku Ketua DPRD Pamekasan yang pada saat itu langsung menemui demonstran mengatakan, apa yang menjadi tuntutan teman - teman mahasiswa dirinya juga sepakat, Kamis (16/07/2020). 

"Sebab, tuntutan yang disampaikan oleh BEMF ini juga merupakan suatu aspirasi yang harus kami disampaikan kepada DPR RI," tuturnya. 

Ketua DPRD Pamekasan tersebut juga mengatakan, kalau apa yang menjadi tuntutan mahasiswa tersebut merupakan bentuk peduli terhadap rakyat kecil dan dia juga mengajak demonstran untuk sama-sama memberikan dukungan agar Omnibus Law itu tidak dilaksanakan. 

"apa yang menjadi tuntutan adik - adik mahasiswa dari BEMF Universitas Madura ini merupakan bentuk kepedulian terhadap rakyat kecil, dan saya mengajak adik - adik mahasiswa agar bersama - sama memberikan dukungan agar Omnibus Law itu tidak dilaksanakan dan tidak disahkan," pungkasnya. 

Ia tegaskan "kami akan tidak lanjuti persoalan ini, dan Senin ini kami akan rancang dan Selasa kami akan kirim apa yang menjadi aspirasi adik - adik mahasiswa BEMF Universitas Madura ini," tegasnya. (Red/Monir)