Aniaya Redaksi Media Online, Kini Pelaku Jadi DPO, Pelapor Adakan Sayembara
Cari Berita

Advertisement

Aniaya Redaksi Media Online, Kini Pelaku Jadi DPO, Pelapor Adakan Sayembara

Saturday, August 15, 2020

Muhammad Rifki (DPO) Asal Desa Panaongan kecamatan Pasongsongan Sumenep.
SUMENEP, (Beritama.id) - Kasus penganiayaan yang menimpa salah satu jajaran Redaksi media online Sumenep dengan nomor laporan LP/03/V/2019/Jatim/Res.Smp/Sek Psgn dan surat perintah peyidikan nomor: Sp-Sidik/4/V/2019 Polsek tertanggal 14 Mei 2019 di Polsek Pasongsongan masih terus berlanjut,Sabtu (15/08/2020)

Muhammad Rifki atau yang biasa disapa dengan Rifki adalah lelaki asal Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. sampai Detik ini orang tersebut masih kabur dan menjadi DPO Polsek Pasongsongan Polres Sumenep dan Polda Jawa Timur,setelah ditetapkan sebagai tersangka Kasus penganiayaan warga Kacongan Kecamatan Kota Sumenep bernama Igusty Madani.

Igusty Madani menerangkan bahwa sudah hampir satu setengah Tahun  yang benama Rifki Seakan akan Sakti mandraguna dikarenakan masih Belum tertangkap oleh Pihak kepolisian Kendatipun berstatus sebagai buronan. maka dari itu ketika ditanya awak media terkait kasus yang menimpanya serta langkah langkah kedepan Igusty Madani Beserta kuasa Hukumnya akan mengadakan sayembara, Jumat (14/08/2020) malam.

"Apabila ada yang menemukan atau mengetahui secara jelas dan pasti keberadaan Muhammad Rifki Bin Misnatun yang sudah Mutlak menjadi DPO Polsek Pasongsongan Polres Sumenep serta Polda Jawa Timur, maka kami akan memberikan imbalan uang sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah)," ujarnya.

Tidak hanya itu pria yang juga ber profesi sebagai wirausaha ini menjelaskan akan ada Bonus berupa satu unit handphone android bagi siapa saja yang bersinergi untuk membantu memberitahui Titik keberadaan  buronan asal Desa Panaongan tersebut.

Sementara itu Kuasa hukum Igusty Madani (Ach.Supiady, SH,.MH,.) menegaskan bahwa sebaiknya Rifki segera menyerahkan diri ke pihak berwajib untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Saya yakin, Sejauh manapun dia lari, sepintar apapun dia menghilang dan buron, cepat atau lambat polisi pasti akan menemukan Rifki, cuma untuk saat ini memang masih dalam pencarian dan pengejaran," tuturnya.

Lebih lanjut Supyadi menambahkan bahwasanya Tidak akan mungkin hidupnya seorang buronan itu bisa tenang dan menenangkan selama masih ada urusan dengan Hukum.

 "Hukum bukan seperti mainan yang bisa dijinakkan hanya karena tersangka Rifki menghilang dan melarikan diri, sehebat dan sesakti apapun dia bersembunyi, jika ketemu  pihak kepolisian maka saya yakin seyakin-yakinnya  pihak kepolisian Akan tetap meringkusnya," tandasnya. (Fatholla)