Gagasan Produktif datang Dari Pinggiran Kota Pamekasan
Cari Berita

Advertisement

Gagasan Produktif datang Dari Pinggiran Kota Pamekasan

Friday, August 7, 2020

Foto : Samhari warga asal kecmatan betumarmar pamekasan.
PAMEKASAN, (Beritama.id) - Mohon Ijin Untuk Sekedar Bisa Menyumbang Saran Baik Demi Pamekasan Yang Bermartabat. Salam Komando Buat Jenengan Berdua. 

Ada lima prinsip yang diajarkan Sun-Tzu dalam menghadapi peperangan, ini cukup menarik walaupun ini bacaan jaman baheula.

Pertama, menilai dan memetakan semua kekuatan lawan... tentu saja termasuk kelemahan2nya.

Kedua, menyatukan pikiran kita sbg pemimpin dng anak buah kita sehingga terjadi kesinergisan dalam berpikir. Ini akan membuat rantai komando berjalan efektif.

Ketiga, mengenali medan pertempuran... maka kita harus memahami karakter, budaya dan kebutuhan masyarakat di semua wilayah agar kampanye efektif dan ketika kita menang akan memiliki data lengkap apa yg harus dikerjakan terlebih dahulu.

Keempat, efektifitas komando. Pemimpin tdk cukup bermodal berani... tetapi jg harus bijaksana dan  berperikemanusiaan.. krn musuh yg dihancurkan jg akan menjadi bagian dari kita... krn kita nantinya tdk akan mjd pemimpin para pendukung kita saja... tp jg akan menjadi pemimpin bekas pendukung musuh2 kita.

Kelima, perlunya aturan... kita butuh tata aturan agar tiap komando faham dan mampu menjalankan tugas dan fungsinya masing2.

Rapatkan barisan! Satu komando! Merdeka!

Dari Samhari Bagian Kecil Dari Pinggiran Pamekasan.

Dalam Narasi pendek yang diunggah dalam postingan Facebook oleh mantan aktivis GMNI pada Kamis (06/08) Tersebut menguraikan sebuah gagasan untuk kemajuan Pamekasan

Sejumlah pengamat pembangunan di Pamekasan menilai, seharusnya, pesan pendek dan gagasan tersebut lahir dari pemikiran Bupati sebagai pemimpin nomor satu di Pamekasan

Tulisan tersebut menjadi bahan acuan dalam regulasi kepemerintahan di semua sektor, baik pembangunan, pendidikan, ekonomi, dan politik dalam menjaga dan mempertahankan kondusifitas Kamtibmas di Pamekasan.

Bahkan, dalam situasi Pamekasan yang beberapa bulan terakhir ini sering di gaduhkan dengan sejumlah persoalan yang tidak kunjung usai, tulisan tersebut lahir sebagai bahan pikir

Tidak hanya itu, dalam tulisan yang berisi lima pokok gagasan tersebut menjadi atensi sendiri bagi pemerintah kabupaten pamekasan dalam membangun dan menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Ditemui dikediamannya, Samhari yang getol tampil dengan tulisannya yang  produktif itu berharap, Pemerintah saat ini lebih memahami situasi dan kondisi serta perihal yang dibutuhkan masyarakat Pamekasan secara luas

"Artinya, Kepala pemerintahan bersama seluruh stake holder harus berjalan seirama dalam rangka membangun pamekasan yang benar- benar hebat," Kata dia

Menurutnya, Kepala pemerintahan di Kota gerbang salam dituntut menjadi jam bandul yang berimbang sebagai penujuk Angka waktu yang tepat dan amanah

"Pemimpin itu tidak boleh egois, siapapun itu, entah kepala dinas, entah itu bupati bahkan dalam rumah tanggapun demikian, jadi jangan egois, tempatkan semuanya sesuai posisi dan porsinya," Ujar Alumni tahun 1999 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) Universitas Muhammadiyah Malang ini,

Disimpulkan, dari sederet narasi tersebut bisa menjadi semacam spirit dan gagasan bagi siapapun yang merasa memiliki Pamekasan, terlebih bagi manageman kepemimpinan seluruh pimpinan yang ada di Pamekasan, Baik pemerintah daerah, Legislatif, Ekskutif maupun Yudikatif. (Mastuki Mp)